Kita dan Dunia Maya

Waktu itu saya masih SMP kelas 1 tepatnya tahun 2008 silam, Ketika pulang dari sekolah saya dan teman saya bergegas pergi ke Warnet.

Untuk apa anak SMP pada masa itu ke warnet? Mengerjakan tugas kah, main Game kah, atau NgeBlog kah?

Tidak ada sama sekali apa yang tertulis di atas, karena pada masa itu khususnya di tempat saya, sekolah-sekolah SMP belum ada yang menyuruh muridnya mengerjakan tugas dari mencari bahan di internet, di masa itu Game online juga tidak sepopuler seperti sekarang, apalagi untuk terjun ke dunia blogging bahkan namanya saja tidak pernah saya dengar di masa itu.

Saya ke warnet untuk chatting di facebook, yap pertama kalinya saya terjun ke dunia maya yang entah berantah ini adalah lewat facebook. Di masa itu anak kampung seperti saya juga belum banyak yang mengenal facebook.

Cukup membayar billing warnet 2000/Jam maka saya sudah bisa berinteraksi dengan berbagai orang di dunia maya dengan berbagai karakternya.

Bak manusia yang lugu, saya add setiap orang disarankan “orang yang mungkin anda kenal” oleh facebook terutama cewek saya add terus waktu itu, bahkan saya punya kenalan cewek Nadia namanya orangnya cantik saya banyak belajar dan nanya-nanya tentang pelajaran IPA karena dia SMA katanya jurusan IPA. Oh ya bahkan tak jarang dahulu sebagian teman-teman saya banyak melakukan Kopi darat yang Berujung Romansa Cinta 😀 (baca: Fitnah-Fitnah Dunia Maya)

Aku, seperti gadis remaja yang peragu dan selalu butuh kepastian, bertanya (Ini hanya pribahasa), maksudnya apa? Ya selalu nge-Chat orang-orang yang ada di facebook tanya ini itu, andai ada orang jahat di antara yang saya chat dahulu mungkin saya sudah di culik. Dan juga pada masa itu nama facebook banyak yang alay semisal Mitha CieCewe’Aquarius kosongMpatLima. Alhamdulillah akun pertama saya sudah saya hapus permanen. Beda dengan sekarang nama facebook begitu ketat tidak bisa se-alay dulu, “alay itu tidak mengapa karena itu proses menuju dewasa”(Meminjam bahasa Raditya dika).

“Don’t try to find a reason for someone’s love!” Alhamdulillah kenalan di dunia maya dulu adalah orang baik.

Ketika orang berlaku baik, tidak perlu buang-buang energi dengan merangkai-rangkai rasionalisasi tentang mengapa ia berbuat baik. Cukup katakan terima kasih. Alasannya bukan urusanmu. Tidak ada gunanya merasa bahwa kamu hanyalah batu loncatan baginya untuk meraih surga. Pun kalaupun perlakuannya adalah bagian dari konspirasi jahat. Bukan urusanmu.(Meminjam Bahasa Kak Avina)

Bisa dibilang facebook, Nadia dan kenalan-kenalan saya dulu adalah pembatas antara masa-masa alayku dengan aku yang sekarang.

Dunia maya yang dahulu beda jauh dengan dunia yang sekarang, Jika dahulu dunia Maya Untuk Mengenalkan orang lain yang jauh agar dekat dengan kita, namun sekarang dunia maya membuat kita menjauh dari orang yang dekat dengan kita.

Namun kaidah lama masih berlaku untuk Blogger sepertinya, karena lewat blogger sekarang saya banyak kenalan seperti zaman fb dulu.

Demikian sedikit artikel bernuansa curhat dari saya, mohon maaf jika ada yang sedikit bernostalgia.

** Dicoret oleh Faj’ri Ibnu Ahmad Al-atsary

Tags:
2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *